Kamis, 07 April 2011

kontruksi pola

PAPER

KONSTRUKSI POLA





Dosen : Wesnina


Disusun Oleh
EVAKURNIATI
5525102763



FAKULTAS TEKNIK
PENDIDIKAN TATA BUSANA REGULER
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2010




KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkah dan rahmat-Nya saya bisa menyelesaikan paper mata kuliah kontruksi pola.
Terima kasih disampaikan kepada Ibu Wesnina selaku dosen mata kuliah Konstruksi Pola yang telah membimbing dan memberikan materi demi lancarnya pembelajaran ini.
Demikianlah tugas paper ini disusun semoga bermanfaat, dan dapat memenuhi tugas mata kuliah Kontruksi Pola. Apabila ada kekurangan dalam paper ini saya mohon maaf. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.



Jakarta, 27 Desember 2010




Penyusun















1

Pendahuluan


Konstruksi pola busana wanita adalah satu mata pelajaran di bidang studi Tata Busana yang merupakan inti dari pengetahuan tentang pembuatan pola, tanpa pola, pembuatan busana dapat dilaksanakan tetapi kup dari busana tersebut tidak akan memperlihatkan bentuk feminin seseorang. Oleh karena itu, timbul pemikiran orang untuk menggambar pola dengan konstruksi.
Badan seseorang diukur dengan pita ukuran. Ukuran-ukuran diperhitungkan secara matematika dan digambar pada kertas sehingga terganbar bentuk badan muka, belakang, lengan, rok, kerah dan sebagainya.

A.Pengertian tata busana

Kata ”busana” diambil dari bahasa Sansekerta ”bhusana”. Namun dalam bahasa Indonesia terjadi penggeseran arti ”busana” menjadi ”padanan pakaian”. Meskipun demikian pengertian busana dan pakaian merupakan dua hal yang berbeda. Busana merupakan segala sesuatu yang kita pakai mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Busana ini mencakup busana pokok, pelengkap (milineris dan aksesories) dan tata riasnya. Sedangkan pakaian merupakan bagian dari busana yang tergolong pada busana pokok. Jadi pakaian merupakan busana pokok yang digunakan untuk menutupi bagian-bagian tubuh.
Ilmu tata busana adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara memilih, mengatur dan memperbaiki, dalam hal ini adalah busana sehingga diperoleh busana yang lebih serasi dan indah. Diharapkan pengetahuan ini dapat membantu kita atau semua pihak yang terlibat pada bidang busana untuk lebih memahami ilmu busana secara umum.


Busana dalam pengertian luas adalah segala sesuatu yang dipakai mulai dari kepala sampai ujung kaki yang memberi kenyamanan dan menampilkan keindahan bagi sipemakai. Secara garis besar busana meliputi :
1. Busana mutlak yaitu busana yang tergolong busana pokok seperti baju, rok, kebaya, blus, bebe dan lain-lain, termasuk pakaian dalam seperti singlet, bra, celana dalam dan lain sebagainya.
2. Milineris yaitu pelengkap busana yang sifatnya melengkapi busana mutlak, serta mempunyai nilai guna disamping juga untuk keindahan seperti sepatu, tas, topi, kaus kaki, kaca mata, selendang, scraf, shawl, jam tangan dan lain-lain.
3. Aksesoris yaitu pelengkap busana yang sifatnya hanya untuk menambah keindahan sipemakai seperti cincin, kalung, leontin, bross dan lain sebagainya

Pemindahan lipid kup pada tempat umum yaitu pada enam tempat sekeliling tapi pola dasar muka menjadi tujuh dengan tempat aslinya.
1. Lipid kup jatuh pada bahu manurut pola aslinya
2. Lipid kup jatuh pada bagian yang cekung dari lubang lengan
3. Lipid kup jatuh pada bagian ketiak
4. Lipid kup jatuh disisi bawah ketiak
5. Lipid kup jatuh dipinggang, sebagai satu atau dua lipid kup
6. Lipid kup jatuh ditengah muka, sebagai kerut-kerut jahitan bentuk huruf T dan sebaliknya
7. Lipid kup jatuh digaris leher sebagai kerut-kerut dsn sebagai dua lipid kup

Garis hias
1. Garis prinses : garis yang ditarik dari garis kerung lengan/garis bahu melalui titik puncak terus kebawah, putus
2. Garis pas
Pas bahu : garis hias yang dipindahkan di sebatas bahu
Pas dada : garis hias yang berada pada bagian sekitar dada
3. Garis empire : garis potongan melintanng dibawah buah dada kurang lebih 8 cm.






















B. Pengertian rok
ROK adalah peunutup pakaian di mulai dari pinggang sampai bawah,panjangnya sesuai model / sesuai keinginan.
Macam-macam rok :
• Rok kerut : rok yang memiliki kerut disekeliling pinggang.
• Rok span/ suai :rok yang memililki garis siluet lurus dari pinggul ke bawah.
• Rok lingkar : rok yang tidak mempunyai garis sambungan sisi/belakang memakai belahan sembunyi/boboh.
• Rok pias : rok yang terdiri dari beberapa potongan / bisa dibilang rok pias 2,3,4,5,6,7,8 dan pias banyak tergantung jumlahnya.
• Rok lipid sehadap : dua lipid pipih yang saling berhadapan.
• Rok sungkup : dua lipid pipih yang saling bertolak belakang.
• Rok ½ lingkar : rok yang memiliki sambungan di bagian tengah sisi belakang.




























C. Pengertian lengan
LENGAN adalah bagian dari pakaian yang dipasangkan pada kerung lengan depan dan belakang.
Secara kostruksi lengan dibagi 2, yaitu : lengan setali dan lengan pasang.
1. Lengan setali adalah lengan yang polanya menyatu/ setali dengan badan.
2. Lengan pasang adalah lengan yang berdiri sendiri dengan cara memasang pada bagian kerung lengan badan.
Macam-macam lengan :
• Lengan licin : disebut lengan licin karena tidak memiliki kerutan apapun disekeliling kerung lengan.
• Lengan puff : disebut lengan puff karena dipergelangan tangan dikerut dikerung lengan licindari bawah ke atas.
• Lengan kop : disebut lengan kop karena lengan yang berkerut pada puncak lengan 5cm kedepan 5cm kebelakang,



























D. Pengertian kerah
KERAH adalah bagian baju yang dijahit disekeliling leher
Secara kostruksi pola dibagi 2, yaitu : kerah setali dan kerah tidak setali ( pasang ).
Ada 3 macam kerah yaitu :
• Kerah tegak : kerah yang berdiri tegak mengikuti bentuk leher
• Kerah ½ tegak : kerah yang setengah berdiri pada kerung leher
• Kerah rebah : kerah yang terletak di atas/pipih pada leher sejajar dengan leher



































2

MENGAMBIL UKURAN


2.1 Cara mengambil ukuran

Ikatlah seutas tali ban ( peter ban ) atau ban elastik kecil pada pinggang sebagai batas badan ataas dan bawah.
1. lingkar leher (L.L.)
Diukur sekeliling batas leher, dengan meletakkan jari telunjuk di lekuk
leher.
2. lingkar badan (L.B.)
Diukur sekeliling badan atas yang terbesar, melalui puncak dada, ketiak, letak sentimeter pada badan belakang harus datar dari ketiak sampai ketiak. Diukur pas dahulu,kemudian ditambah 4 cm, atau selakan 4 jari.
3. lingkar pinggang (L.Pi.)
Diukur sekeliling pinggang, pas dahulu, kemudian ditambah 1 cm, atau
selakan 1
jari. Untuk pinggang ban rok dan slack boleh dikurangi 1 cm.
4. lingkar panggul (L.Pa)
Diukur sekeliling badan bawah yang terbesar, + 2 cm sebelah atas puncak
pantat
dengan sentimeter datar. Diukur pas dahulu, kemudian ditambah 4 cm
atau selakan
4 jari.
5. tinggi panggul (T.Pa)
Diukur dari bawah ban peter pinggang sampai di bawah ban sentimeter di
panggul.
6. panjang punggung (P.P)
Diukur dari tulang leher yang nonjoldi tengah belakang lurus kebawah
Sampai dibawah ban peter pinggang.
7. lebar punggung (L.P.)
Diukur 9 cm dibawah tulang leher yang nonjol atau pertengahan jarak
Bahu terendah dan ketiak dari batas lengan kiri sampai batas lengan yang
kanan.
8. panjang sisi (P.S.)
Diukur dari batas ketiak ke bawah ban peter pinggang di kurangi 2 a 3 cm.
9. lebar muka (L.M.)
Diukur pada 5 cm di bawah leher atau pertengahan jarak bahu terendah
dan ketiak dari batas lengan yang kanan sampai batas lengan yang kiri.
10. panjang muka (P.M)
Diukur dari lekuk leher di tengah muka ke bawah sampai di bawah ban
Peter pinggang.
11. tinggi dada (T.D.)
Diukur dari bawah ban peter pinggang tegak lurus ke atas sampai di
puncak buah Dada dikurang 2.
12. panjang bahu (P.B.)
Diukur pada jurusan di belakang daun telinga dari batas leher ke puncak
lengan, atau bahu yang terendah.
13. ukuran uji (U.U.)
Diukur dsri tengah muka di bawah ban peter serong melalui puncak buah
dada kepuncak lengan terus serong ke belakang sampai tengah belakang
pada bawah ban peter.
14. lingkar lubang lengan (L.L.L.)
Diukur sekeliling lubang lengan, pas dahulu ditambah 2 cm untuk lubang
Lengan tanpa lengan dan ditambah 4 cm untuk lubang lengan yang akan
Dipasangkan lengan.
15. panjang lengan blus (P.L.B.)
Diukur dari puncak lengan terus ke bawah lengan sampai melampaui
Tulang pergelangan lengan yang nonjol.
16. lebar dada (L.D.)
Diukur jarak dari kedua puncak buah dada. Ukuran ini tergantung dari
(B.H) bustehouder atau kutang pendek yang dipakai. Ukuran ini tidak
dipakai untuk konstruksi pola, hanya untuk ukuran pemeriksa.
17. panjang blus
Diukur dari tali pinggang kebawah sampai ukuran yang dibutuhkan
18. tinggi duduk, diukur dari pingang ke panggul pas duduk(duduknya di kursi
yang alasnya datar).
19. lingkar pangkal lengan, pas + 6 a 8 cm
20. lingkar bawah lengan, pas + 3 cm
21. lingkar pergelangan tangan, pas + 2 cm




















2.2 Pola Dasar Wanita
Badan muka
A-B = Panjang Muka
B-C = Dalam Leher = 1/6 L. Leher + 2,5 cm
C-D = Lebar Leher = 1/6 L. Leher + 0,5 cm
A-E = 1/4 lingkar badan
E-F = panjang sis
C-G = A-E
G-H = 1/3 Panjang Bahu + 1cm
D-I = Panjang bahu, dan titik I harus jatuh pada garis datar dari H
Garis D-I ditarik terus sampai di garis sisi E-G, dapat titik J.
D-K = 1/2 Panjang bahu – 1 cm
J-L = 1/2 panjang bahu + 1 cm
A-M = 1/10 lingkar pinggang, tarik garis M-K, teruskan dengan k-K’ = 1cm
M-N= tinggi dada – 2 cm. tarik garis N-L, teruskan sehingga N-L’ = N- K’
E-P = 3 cm
P-O = 1/4 lingkar pinggang + 2 cm (orang kurus + 1 cm) dikurangi jarak
A-M
B-Q = 5 cm, tarik garis datar Q-R
Ukur N-R, lalu ukur N-S = N- R
S-T = 1/2 lebar muka dikurangi Q-R (gambar S-T digambar sejajar garis
lanjutan
D-I) Sambungan J-T. tarik garis bahu D-K’ dan J-L’, garis lipit kup
pinggang
N-O dan garis lubang lengan menurut gambar contoh.

Badan Belakang
A-B = panjang punggung
B-C = 2 cm
C-D =
A-E = 1/4 lingkar badan
E-F = panjang sisi
C-G = A-E
G-H = 5 cm
D-I = panjang bahu,dan titik I jatuh pada garis datar H. Garis D-I ditarik
1cm.
D-K = 1/2 panjang bahu – 1 cm
J-L = 1/2 panjang bahu + 1 cm
A-M = 1/10 lingkar pinggang – 1 cm
Tarik garis M-K
M-N = tinggi dada – 2 cm
M-O = 2,5 cm untuk lipit kup pinggang
O-P = 1/4 lingkar pinggang – 1 cm dikurangi jarak A-M
F-Q = garis datar
Q-R = ½ lebar punggung. Tarik garis R-S tegak lurus. Gambar lubang lengan menurut gambar contoh
POLA DASAR ROK

MUKA

A-B = 2 cm
B-C = tinggi panggul
B-D = panjang rok muka
A-E = 1/4 lingkar pinggang + 1 cm (untuk kup + 3 cm) panjang kup 10 cm.
C-F = 1/4 lingkar panggul + 1 cm
D-G = C-F
G-H = 5 cm
E-F-I = panjang rok sisi
Gambar garis pinggang datar dahulu separuh jarakmelengkung
Gambar garis bawah sama dengan pinggang datar dahulu baru
melengkung
Garis sisi digambar dari E ke F cembung dibagian tengah 1 cm dan dari F ke I lurus miring dengan mistar ditarik.
H-I = 2 cm

BELAKANG

A-B = 2 cm
B-C = tinggi panggul
B-D = panjang rok belakang
A-E = 1/4 lingkar pinggang – 1 cm
C-F = 1/4 lingkar panggul – 1 cm
D-G = C-F
G-H = 5 cm
E-F-I = panjang rok sisi
B-J = 1/10 lingkar pinggang – 1cm (untuk kup + 3)
J-K = 3 cm,lipit kup
Tarik garis tegak lurus di tengah J-K kebawah sampai garis panggul.Titik L letak 5 cm diatas panggul. Tarik garis J-L dan K-L, menjadi lipit kup.













Pola Dasar Lengan

Tarik garis datar tidak diukur
Ambil satu titik di tengah-tengah, titik A.
A-B = 1/4 lingkar lubang lengan
B-C = B-D = 1/2 lingkar lubang lengan
B-E = panjang lengan
F-G = C-D = lingkar bawah lengan
Garis C-F dan D-G tegak lurus.
Bagi garis B-C dalam 3 bagian dan garis miring B-D dalam 4
bagian. Pada 1/3 bagian dari B diukur keatas 1 cm dan pada 1/4 bagian dari B diukur 1,5 cm dan pada pertengahan B-D diukur keatas 1 cm. pada tengah1/3 B-C dari C diukur ke bawah 0,5 cm.
































Daftar pustaka

1. http://mode.okrek.com/380-pengertian-busana-dan-macam-macamnya-2.html
2. bahan ajar pembuatan pola.2009.kostruksi pola
3. konstruksipolabusanawanita.Dra.Porrie muliawan.jakarta.gunung mulia,2003.







































Daftar isi

Kata pengantar
Daftar isi ………………………………………………………….. i
BAB I
PENDAHULUAN …………………………………………........... ii
A. Pengertian Tata Busana ……………………………….. 1
B. Pengertian rok …………………………………………… 3
C. Pengertian kerah………………………………………… 5
D. Pengertian lengan……………………………………...... 6
BAB II
2.1 MENGAMBIL UKURAN……………………………………... 7
2.2 Pola Dasar Wanita……………………………………………. 8

BAB 3
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN………………………………………………… 11



























3

Penutup

3.1 kesimpulan
Untuk mengusai mata kuliah konstruksi pola kita harus banyak mengadakan latihan dengan macam-macam ukuran dari berbagai bentuk badan. Insyaallah dengan terus berlatih kita bisa lancer membuat pola-pola badan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar